К основному содержимому

www.snowflake.com

Security Addendum

Текущая редакция от .

## Snowflake Security Addendum Adendum Keamanan Snowflake

Last Updated: January 11, 2026 Terakhir Diperbaharui: 11 Januari 2026

This  Security  Addendum 1 is  incorporated  into  and  made  a  part  of  the  written  agreement  between Snowflake and Customer that references this document (the ' Agreement ') and any capitalized terms used but not defined herein shall have the meaning set forth in the Agreement. In the event of any conflict between the terms of the Agreement and this Security Addendum, this Security Addendum shall govern. The language of this Agreement is English and Bahasa. In the event of a conflict between the English and Bahasa text, the English shall govern.

Adendum Keamanan ini 1 dibuat dan merupakan bagian dari perjanjian tertulis antara Snowflake dan Pelanggan yang merujuk pada dokumen ini (' Perjanjian ') dan setiap istilah dengan huruf kapital yang digunakan namun tidak didefinisikan di Adendum Keamanan ini akan memiliki pengertian yang sama seperti yang ditetapkan dalam Perjanjian. Jika terjadi pertentangan antara ketentuan Perjanjian dan Adendum Keamanan ini, maka Adendum Keamanan ini yang akan berlaku. Bahasa pada Perjanjian ini adalah Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Dalam hal terjadi pertentangan antara teks Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, maka Bahasa Inggris yang akan berlaku.

Snowflake utilizes infrastructure-as-a-service cloud providers as further described in the Agreement and/or  Documentation  (each,  a  " Cloud  Provider ")  and  provides  the  Service  to  Customer  using  a VPC/VNET and storage hosted by the applicable Cloud Provider (the ' Cloud Environment ").

Snowflake menggunakan penyedia layanan cloud infrastruktur-sebagai-layanan sebagaimana dijelaskan lebih lanjut di dalam Perjanjian dan/atau Dokumentasi (masing-masing, disebut ' Penyedia Cloud ')  dan  menyediakan  Layanan  kepada  Pelanggan  dengan  menggunakan  VPC/VNET  dan penyimpanan yang dihosting oleh Penyedia Cloud yang berlaku (' Lingkungan Cloud ").

Snowflake  maintains  a  comprehensive  documented  security  program  based  on  NIST  800-53  (or industry recognized successor framework), under which Snowflake implements and maintains physical, administrative, and technical safeguards designed to protect the confidentiality, integrity, availability, and security of the Service and Customer Data (the ' Security Program '), including, but not limited to, as set forth below. Snowflake regularly tests and evaluates its Security Program, and may review and update its Security Program as well as this Security Addendum, provided, however, that such updates shall be designed to enhance and not materially diminish the Security Program.

Snowflake memelihara program keamanan terdokumentasi yang komprehensif berdasarkan NIST 80053  (atau  kerangka  kerja  penggantinya  yang  diakui  industri),  yang  berdasarkan  mana  Snowflake melaksanakan dan memelihara perlindungan secara fisik, administratif dan teknis yang dirancang untuk melindungi  kerahasiaan,  integritas,  ketersediaan  dan  keamanan  Layanan  dan  Data  Pelanggan (' Program Keamanan '), termasuk, namun tidak terbatas pada, sebagaimana ditetapkan di bawah ini. Snowflake secara teratur menguji dan mengevaluasi Program Keamanannya, dan dapat meninjau dan memperbarui  Program  Keamanannya  serta  Adendum  Keamanan  ini,  dengan  ketentuan  bahwa pembaruan tersebut harus dirancang untuk meningkatkan dan tidak mengurangi Program Keamanan secara material.

1 For clarity, where Customer's Agreement refers to the defined term "Security Policy", such reference shall be interpreted to refer to this exhibit.

1 Untuk kejelasan, ketika Perjanjian Pelanggan merujuk pada ketentuan yang didefinisikan 'Kebijakan Keamanan', rujukan tersebut harus ditafsirkan untuk merujuk pada exabit ini.

## 1. Snowflake's Audits & Certifications

## 1. Audit dan Sertifikasi Snowflake

   - 1.1. The information security management system used to provide the Service shall be assessed by independent third-party auditors as described in the following audits and certifications (" Third-Party Audits "), on at least an annual basis:
   - 1.1. Sistem  manajemen  perlindungan  informasi  yang  digunakan  untuk  menyediakan Layanan akan dinilai oleh auditor pihak ketiga independen sebagaimana dijelaskan dalam audit dan sertifikasi berikut ini (' Audit Pihak Ketiga '), setidaknya atas dasar tahunan:
      - o ISO27001, 27017, 27018, and 9001
      - o ISO27001, 27017, 27018, dan 9001
      - o SOC 2 Type II
      - o SOC 2 Tipe II
      - o SOC 1 Type II
      - o SOC 1 Tipe II
      - o For  Snowflake's  Business  Critical  Edition  and  Virtual  Private  Snowflake  Edition only:
      - o Hanya untuk Edisi Kritis Usaha Snowflake dan Edisi Snowflake Pribadi Virtual:
      - ∞ PCI-DSS Service Provider Level 1 Certification
      - ∞ Sertifikasi Tingkat 1 Penyedia Layanan PCI-DSS
      - ∞ FedRAMP  Moderate  and  FedRAMP  High  authorizations  in  certain U.S. Regions (as described in the Documentation)
      - ∞ FedRAMP Moderate dan FedRAMP High authorizations di Wilayah A.S. tertentu (sebagaimana dijelaskan di dalam Dokumentasi)
      - ∞ U.S.  state  government  authorizations  (e.g.,            GovRAMP  or  TXRAMP) (' State Authorizing Programs ') in certain U.S. Regions (as described in the Documentation)
      - ∞ Otorisasi pemerintah negara bagian A.S. (contohnya GovRAMP atau TX-RAMP) (" Program Otorisasi  Negara  Bagian ')  di  Wilayah  A.S. tertentu (sebagaimana dijelaskan di dalam Dokumentasi)
      - ∞ HITRUST CSF Certification
      - ∞ Sertifikasi HITRUST CSF
      - ∞ IRAP  at  the  Protected  Level  in  certain  Australian  Regions  (as described in the Documentation)
      - ∞ IRAP  pada  Tingkat  Yang  Dilindungi  di  Wilayah  Australia  tertentu (seperti yang dijelaskan dalam Dokumentasi)
   - 1.2. Third-Party Audits are made available to Customer as described in Section 9.2.1.
   - 1.2. Audit Pihak Ketiga disediakan untuk Pelanggan sebagaimana dijelaskan dalam Bagian

      - 9.2.1.

   - 1.3. To the extent Snowflake decides to discontinue a Third-Party Audit, Snowflake will adopt or maintain an equivalent, industry-recognized framework.
   - 1.3. Sepanjang Snowflake memutuskan untuk menghentikan Audit Pihak Ketiga, Snowflake  akan  memakai  atau  mempertahankan  kerangka  kerja  yang  setara  dan diakui industri.

   - 1.4. Information related to Snowflake-identified controls for which Customer is responsible in connection with FedRAMP, State Authorizing Programs, IRAP,      PCI-DSS, and HITRUST is available upon written request by Customer. Customer is responsible for performing  an  independent  assessment  of  its  responsibilities  under  any  of  the foregoing.
   - 1.4. Informasi terkait kontrol yang  diidentifikasi  Snowflake  untuk  mana  Pelanggan bertanggung  jawab  sehubungan  dengan  FedRAMP,  Program  Otorisasi  Negara Bagian, IRAP, PCI-DSS, dan HITRUST tersedia berdasarkan permintaan tertulis oleh Pelanggan.  Pelanggan  bertanggung  jawab  untuk  melaksanakan  suatu  penilaian independen atas tanggung jawabnya berdasarkan hal-hal manapun tersebut.

## 2. Hosting Location of Customer Data

## 2. Lokasi Hosting Data Pelanggan

   - 2.1. Hosting Location. The  hosting  location  of  Customer  Data  is  the  production  Cloud Environment in the Region offered by Snowflake and selected by Customer on an Order  Form  or  as  Customer  otherwise  configures  via  the  services,  including  as described in the Documentation..
   - 2.1. Lokasi Hosting. Lokasi hosting Data Pelanggan adalah pembuatan Lingkungan Cloud di dalam Wilayah yang ditawarkan oleh Snowflake dan dipilih oleh Pelanggan pada Formulir  Pemesanan  atau  sebagaimana  yang  dikonfigurasi  Pelanggan  melalui layanan, termasuk sebagaimana dijelaskan dalam Dokumentasi.

## 3. Encryption

## 3. Enkripsi

   - 3.1. Encryption of Customer Data. Snowflake encrypts Customer Data at-rest using AES 256-bit (or better) encryption. Snowflake uses Transport Layer Security (TLS) 1.2 (or better) for Customer Data in-transit to/from the Service over untrusted networks.
   - 3.1. Enkripsi Data Pelanggan. Snowflake mengenkripsi Data Pelanggan at-rest dengan menggunakan  enkripsi  AES  256-bit  (atau  lebih  baik).  Snowflake  menggunakan Transport Layer Security (TLS) 1.2 (atau lebih baik) untuk Data Pelanggan  dalam persinggahan ke/dari Layanan melalui jaringan yang tidak tepercaya.
   - 3.2. Encryption Key Management. Snowflake's encryption key management conforms to NIST  800-53  and  involves  regular  rotation  of  encryption  keys.  Hardware  security modules  are  used  to  safeguard  top-level  encryption  keys.  Snowflake  logically separates encryption keys from Customer Data.
   - 3.2. Manajemen Kunci Enkripsi. Manajemen  kunci  enkripsi  Snowflake  sesuai  dengan NIST 800-53 dan melibatkan rotasi reguler dari kunci enkripsi. Modul keamanan piranti keras digunakan untuk melindungi kunci enkripsi tingkat atas. Snowflake secara logis memisahkan kunci enkripsi dari Data Pelanggan.

## 4.

## System & Network Security

## 4. Keamanan Sistem & Jaringan

## 4.1. Access Controls.

## 4.1. Pengendalian Akses.

      - 4.1.1. All Snowflake personnel access to the Cloud Environment is via a unique user ID, leveraging single-sign on (SSO) and role-based access controls (consistent with the principle of least privilege) and/or a VPN connection, as well as multifactor  authentication  and  passwords  meeting  or  exceeding  PCI-DSS  length and complexity requirements.
      - 4.1.1. Seluruh akses personel Snowflake ke Lingkungan Cloud dilakukan melalui ID pengguna  yang  unik,  memanfaatkan  akses  masuk  tunggal  (single-sign  on (SSO)) dan kontrol akses berbasis peran (sesuai dengan prinsip hak istimewa paling  sedikit)  dan/atau  koneksi  VPN,  serta  autentikasi  dan  kata  sandi

multifaktor yang memenuhi  atau melampaui persyaratan panjang dan kompleksitas PCI-DSS.

      - 4.1.2. Snowflake personnel will not access Customer Data except (i) as reasonably necessary  to  provide  Snowflake  Offerings 2 under  the  Agreement  or  (ii)  to comply with the law or a binding order of a governmental body.
      - 4.1.2. Personel  Snowflake  tidak  akan  mengakses  Data  Pelanggan  kecuali  (i) sebagaimana diperlukan secara wajar untuk menyediakan  Penawaran Snowflake 2 berdasarkan  Perjanjian  atau  (ii)  untuk  mematuhi  hukum  atau perintah yang mengikat dari badan pemerintah.
   - 4.2. Endpoint Controls. For access to the Cloud Environment, Snowflake personnel use Snowflake-issued laptops which utilize security controls that include, but are not limited to, (i) disk encryption, (ii) endpoint detection and response (EDR) and anti-virus tools to monitor and alert for suspicious activities and Malicious Code (as defined below), and  (iii)  vulnerability  management  in  accordance  with  Section  4.7.3  (Vulnerability Management).
   - 4.2. Pengendalian Titik Akhir. Untuk mengakses Lingkungan Cloud, personel Snowflake menggunakan laptop yang dikeluarkan oleh Snowflake yang memiliki pengendalian keamanan yang mencakup, namun tidak terbatas pada, (i) enkripsi cakram, (ii) alat deteksi  dan  tanggapan  titik  akhir  (EDR)  dan  anti-virus  untuk  memantau  dan memperingatkan aktivitas mencurigakan dan Kode Berbahaya (sebagaimana didefinisikan di bawah), dan (iii) manajemen kerentanan sesuai dengan Bagian 4.7.3 (Manajemen Kerentanan).
   - 4.3. Separation of Environments. Snowflake logically separates production environments from  development  environments.  The  Cloud  Environment  is  both  logically  and physically separate from Snowflake's corporate offices and networks.
   - 4.3. Pemisahan Lingkungan. Snowflake secara logis memisahkan lingkungan produksi dari  lingkungan  pengembangan.  Lingkungan  Cloud  secara  logis  dan  secara  fisik terpisah dari kantor dan jaringan perusahaan Snowflake.
   - 4.4. Firewalls/Security  Groups. Snowflake  shall  protect  the  Cloud  Environment  using industry standard firewall or security groups technology with deny-all default policies to prevent egress and ingress network traffic protocols other than those that are businessrequired.
   - 4.4. Firewall/Grup  Keamanan. Snowflake  harus  melindungi  Lingkungan  Cloud  dengan menggunakan  firewall  standar  industri  atau  teknologi  grup  keamanan  dengan kebijakan bawaan yaitu menolak semua untuk mencegah protokol lalu lintas jaringan keluar dan masuk selain yang diperlukan oleh usaha.
   - 4.5. Hardening. The  Cloud  Environment  shall  be  hardened  using  industry-standard practices to protect it from vulnerabilities, including by changing default passwords, removing  unnecessary  software,  disabling  or  removing  unnecessary  services,  and regular patching as described in this Security Addendum.
   - 4.5. Pengetatan. Lingkungan  Cloud  akan  diperketat  dengan  menggunakan  praktik berstandar industri untuk melindunginya dari kerentanan, termasuk dengan mengubah kata  sandi  bawaan,  menghapus piranti lunak  yang  tidak  perlu,  menonaktifkan  atau menghapus layanan yang tidak perlu, dan patching reguler seperti yang dijelaskan dalam Adendum Keamanan ini.

2 If Snowflake Offering(s) is not defined in the Agreement, 'Snowflake Offering(s)' means the Service, Technical Services (including any Deliverables), and any support and other ancillary services (including, without limitation, services to prevent or address service or technical problems) provided by Snowflake.

2 Apabila Penawaran Snowflake tidak didefinisikan di dalam Perjanjian, "Penawaran Snowflake" berarti Layanan, Layanan Teknis (termasuk setiap Hasil Kerja), dan setiap layanan dukungan dan tambahan (termasuk, tanpa terbatas, layanan untuk mencegah atau mengatasi permasalahan layanan atau teknis) yang diberikan oleh Snowflake.

## 4.6. Monitoring & Logging.

## 4.6. Pemantauan & Pencatatan.

      - 4.6.1. Infrastructure  Logs. Monitoring  tools  or  services,  such  as  host-based intrusion detection tools, are utilized to log certain activities and changes within the  Cloud  Environment.  These  logs  are  further  monitored,  analyzed  for anomalies, and are securely stored to prevent tampering for at least one year.
      - 4.6.1. Catatan  Infrastruktur. Alat  atau  layanan  pemantauan,  seperti  alat  deteksi intrusi  berbasis  host,  digunakan  untuk  mencatat  aktivitas  dan  perubahan tertentu dalam Lingkungan Cloud. Catatan ini dipantau lebih lanjut, dianalisis untuk  menemukan  anomali,  dan  disimpan  dengan  aman  untuk  mencegah gangguan setidaknya selama satu tahun.
      - 4.6.2. User  Logs. As  further  described  in  the  Documentation,  Snowflake  also captures logs of certain activities and changes within the Account and makes those logs available to Customer for Customer's preservation and analysis.
      - 4.6.2. Catatan Pengguna. Sebagaimana dijelaskan lebih lanjut dalam Dokumentasi, Snowflake  juga  menangkap  catatan  dari  aktivitas  dan  perubahan  tertentu dalam  Akun  dan  menyediakan  catatan  tersebut  kepada  Pelanggan  untuk disimpan dan dianalisis oleh Pelanggan.
   - 4.7. Vulnerability Detection & Management.
   - 4.7. Deteksi & Manajemen Kerentanan.
      - 4.7.1. Threat  Detection  &  Vulnerability  Detection. The  Cloud  Environment leverages advanced threat detection tools with daily signature updates, which are  used  to  monitor  and  alert  for  suspicious  activities,  potential  malware, viruses  and/or  malicious  computer  code  (collectively,  ' Malicious  Code '). Snowflake is not responsible for monitoring Customer Data for Malicious Code or anomalous activity.
      - 4.7.1. Deteksi Ancaman & Deteksi Kerentanan. Lingkungan Cloud memanfaatkan alat  pendeteksi  ancaman  tingkat  lanjut  dengan  pembaruan  tanda  tangan sehari-hari, yang digunakan untuk memantau dan memperingatkan aktivitas mencurigakan,  potensi  malware,  virus,  dan/atau  kode  komputer  berbahaya (secara bersama-sama, disebut " Kode Berbahaya "). Snowflake tidak bertanggung jawab untuk memantau Data Pelanggan untuk Kode Berbahaya atau aktivitas anomali.
      - 4.7.2. Penetration Testing & Vulnerability Detection. Snowflake regularly conducts penetration tests and engages one or more independent third parties to conduct penetration tests of the Service at least annually. Snowflake also runs  weekly  vulnerability  scans  for  the  Cloud  Environment  using  updated vulnerability databases.
      - 4.7.2. Pengujian Penyusupan & Deteksi Kerentanan. Snowflake  secara  teratur melakukan pengujian penyusupan dan melibatkan satu atau lebih pihak ketiga independen untuk melakukan pengujian penyusupan atas Layanan setidaknya setiap tahun. Snowflake juga menjalankan pemindaian kerentanan mingguan untuk  Lingkungan  Cloud  dengan  menggunakan  database  kerentanan  yang diperbarui.
      - 4.7.3. Vulnerability Management. Vulnerabilities meeting defined risk criteria trigger alerts and are prioritized for remediation based on their potential impact to the Service.  Upon  becoming  aware  of  such  vulnerabilities,  Snowflake  will  use commercially  reasonable  efforts  to  address  private  and  public  (e.g.,  U.S. Cybersecurity  and  Infrastructure  Security  Agency  (CISA)  Known  Exploited Vulnerabilities (KEV) Catalog) critical and high vulnerabilities within 30 days, and medium vulnerabilities within 90 days. To assess whether a vulnerability is 'critical', 'high', or 'medium', Snowflake leverages the National Vulnerability

Database's (NVD) Common Vulnerability Scoring System (CVSS), or where applicable, the rating in the CISA KEV Catalog.

      - 4.7.3. Manajemen  Kerentanan. Kerentanan  yang  memenuhi  kriteria  risiko  yang ditentukan memicu peringatan dan diprioritaskan untuk perbaikan berdasarkan potensi dampaknya  terhadap Layanan. Setelah menyadari kerentanan tersebut, Snowflake akan menggunakan upaya yang wajar secara komersial untuk mengatasi kerentanan kritis dan tinggi yang bersifat pribadi dan publik (misalnya,  U.S. Cybersecurity  and  Infrastructure  Security  Agency  (CISA) Known Exploited Vulnerabilities (KEV) Catalog yang diumumkan) dalam waktu 30 hari, dan kerentanan sedang dalam waktu 90 hari. Untuk menilai apakah kerentanan tersebut bersifat 'kritis', 'tinggi', atau 'sedang', Snowflakes memanfaatkan Common Vulnerability Scoring System (CVSS) dari Database Kerentanan  Nasional  (NVD),  atau  jika  berlaku,  peringkat  dalam  CISA  KEV Catalog.

## 5. Administrative Controls

## 5. Pengendalian Administratif

   - 5.1. Personnel  Security. Snowflake  requires  criminal  background  screening  on  its personnel as part of its hiring process, to the extent permitted by applicable law.
   - 5.1. Keamanan Personel. Snowflake  mewajibkan  pemeriksaan  latar  belakang  kriminal pada personelnya sebagai bagian dari proses perekrutannya, sejauh diizinkan oleh hukum yang berlaku.
   - 5.2. Personnel  Training. Snowflake  maintains  a  documented  security  awareness  and training  program for its personnel, including, but not limited to, onboarding and ongoing training.
   - 5.2. Pelatihan Personel. Snowflake mempertahankan kewaspadaannya terhadap keamanan dan program pelatihan bagi personelnya yang terdokumentasi, termasuk, namun tidak terbatas pada, pelatihan orientasi dan pelatihan yang sedang berlangsung.
   - 5.3. Personnel  Agreements. Snowflake  personnel  are  required  to  sign  confidentiality agreements. Snowflake personnel are also required to sign Snowflake's information security  policy,  which  includes  acknowledging  responsibility  for  reporting  security incidents involving Customer Data.
   - 5.3. Perjanjian  Dengan  Personel. Personel  Snowflake  diharuskan  menandatangani perjanjian kerahasiaan. Personel Snowflake juga diwajibkan untuk menandatangani kebijakan perlindungan informasi Snowflake, yang mencakup tanggung jawab untuk melaporkan insiden keamanan yang melibatkan Data Pelanggan.
   - 5.4. Personnel Access Reviews & Separation. Snowflake reviews the access privileges of its personnel to the Cloud Environment at least quarterly, and removes access on a timely basis for all separated personnel.
   - 5.4. Peninjauan & Pemisahan Akses Personel. Snowflake meninjau hak istimewa atas akses personelnya ke Lingkungan Cloud setidaknya setiap triwulanan, dan menghapus akses secara tepat waktu untuk semua personel yang terpisah.
   - 5.5. Snowflake Risk Management & Threat Assessment. Snowflake's risk management process is modeled on NIST 800--53 and ISO 27001. Snowflake's security committee meets regularly to review reports and material changes in the threat environment, and to identify potential control deficiencies in order to make recommendations for new or improved controls and threat mitigation strategies.
   - 5.5. Manajemen  Risiko  &  Penilaian  Ancaman  Snowflake. Proses  manajemen  risiko Snowflake  mengikuti  NIST  800--53  dan  ISO  27001.  Komite  keamanan  Snowflake bertemu  secara  teratur  untuk  meninjau  laporan  dan  perubahan  material  di  dalam lingkungan ancaman, dan untuk mengidentifikasi potensi kekurangan pengendalian untuk membuat rekomendasi untuk pengendalian baru atau peningkatan pengendalian dan strategi untuk mengurangi ancaman.

   - 5.6. External Threat Intelligence Monitoring. Snowflake reviews external threat intelligence,  including  vulnerability  announcements  from  CISA  and  other  trusted sources of vulnerability reports. CISA announced vulnerabilities rated as critical or high are prioritized for remediation in accordance  with  Section  4.7.3 (Vulnerability Management).
   - 5.6. Pemantauan Intelijen Ancaman Eksternal. Snowflake meninjau intelijen ancaman eksternal,  termasuk  pengumuman  kerentanan  dari  CISA  dan  sumber  laporan kerentanan tepercaya lainnya. Kerentanan yang dinilai sebagai kritis atau tinggi, yang diumumkan oleh CISA, diprioritaskan untuk perbaikan sesuai dengan Bagian 4.7.3 (Manajemen Kerentanan).
   - 5.7. Change  Management. Snowflake  maintains  a  documented  change  management program for the Service.
   - 5.7. Manajemen Perubahan. Snowflake mengelola program manajemen perubahan yang terdokumentasi untuk Layanan.
   - 5.8. Vendor Risk Management. Snowflake maintains a vendor risk management program for vendors that process Customer Data designed to ensure each vendor maintains security measures consistent with Snowflake's obligations in this Security Addendum.
   - 5.8. Manajemen Resiko Vendor. Snowflake mengelola program manajemen risiko vendor untuk  vendor  yang  mengolah  Data  Pelanggan  yang  dirancang  untuk  memastikan setiap  vendor  mempertahankan  tindakan  perlindungan  yang  konsisten  dengan kewajiban Snowflake dalam Adendum Keamanan ini.

## 6. Physical & Environmental Controls

## 6. Pengendalian Fisik & Lingkungan

   - 6.1. Cloud Environment Data Centers. To  ensure  the  Cloud  Provider  has  appropriate physical and environmental controls for its data centers hosting the Cloud Environment, Snowflake regularly reviews those controls as audited under the Cloud Provider's thirdparty audits and certifications. Each Cloud Provider shall have a SOC 2 Type II annual audit and ISO 27001 certification, or industry recognized equivalent frameworks. Such controls, shall include, but are not limited to, the following:
   - 6.1. Pusat Data Lingkungan Cloud. Untuk memastikan bahwa Penyedia Cloud memiliki pengendalian fisik dan lingkungan yang sesuai untuk pusat datanya yang menyediakan hosting Lingkungan Cloud, Snowflake secara teratur meninjau pengendalian  tersebut  seperti  yang  diaudit  berdasarkan  audit  dan  sertifikasi  pihak ketiga Penyedia Cloud. Setiap Penyedia Cloud harus memiliki audit tahunan SOC 2 Tipe  II  dan  sertifikasi  ISO  27001,  atau  kerangka  kerja  setara  yang  diakui  industri. Pengendalian tersebut, harus mencakup, namun tidak terbatas pada, hal-hal berikut:
      - 6.1.1. Physical access to the facilities are controlled at building ingress points;
      - 6.1.1. Akses secara fisik ke fasilitas yang dikendalikan di titik masuk gedung;
      - 6.1.2. Visitors are required to present ID and are signed in;
      - 6.1.2. Pengunjung harus menunjukkan identitas dan mendaftar masuk;
      - 6.1.3. Physical access to servers is managed by access control devices;
      - 6.1.3. Akses secara fisik ke server yang dikelola oleh perangkat pengendalian akses;
      - 6.1.4. Physical access privileges are reviewed regularly;
      - 6.1.4. Hak istimewa atas akses secara fisik yang ditinjau secara teratur;
      - 6.1.5. Facilities utilize monitor and alarm response procedures;
      - 6.1.5. Fasilitas yang menggunakan prosedur pemantauan dan respons alarm;
      - 6.1.6. Use of CCTV;
      - 6.1.6. Penggunaan CCTV;

      - 6.1.7. Fire detection and protection systems;
      - 6.1.7. Sistem pendeteksi api dan sistem perlindungan;
      - 6.1.8. Power back-up and redundancy systems; and
      - 6.1.8. Sistem cadangan dan kelebihan daya; dan
      - 6.1.9. Climate control systems.
      - 6.1.9. Sistem pengendalian iklim.
   - 6.2. Snowflake Corporate Offices. While  Customer  Data  is  not  hosted  at  Snowflake's corporate offices, Snowflake's technical, administrative, and physical controls for its corporate offices covered by its ISO 27001 certification, shall include, but are not limited to, the following:
   - 6.2. Kantor Perusahaan Snowflake. Apabila Data Pelanggan tidak di-hosting di kantor perusahaan  Snowflake,  pengendalian  secara  teknis,  administratif,  dan  fisik  milik Snowflake untuk kantor perusahaannya yang tercakup dalam sertifikasi ISO 27001, harus mencakup, namun tidak terbatas pada, hal-hal berikut:
      - 6.2.1. Physical access to the corporate office is controlled at office ingress points; 6.2.1. Akses  secara  fisik  ke  kantor  perusahaan  yang  dikendalikan  di  titik  masuk gedung;
      - 6.2.2. Badge access is required for all personnel and badge privileges are reviewed regularly;
      - 6.2.2. Akses  berupa  tanda  pengenal  diperlukan  untuk  semua  personel  dan  hak istimewa atas tanda pengenal ditinjau secara berkala;
      - 6.2.3. Visitors are required to sign in;
      - 6.2.3. Pengunjung diharuskan untuk mendaftar masuk;
      - 6.2.4. Use of CCTV at building ingress points;
      - 6.2.4. Penggunaan CCTV di titik masuk gedung;
         - 6.2.5.
      - 6.2.5. Snowflake;
         - Tagging and inventory of Snowflake-issued laptops and network assets; Pemberian tanda dan inventaris laptop dan aset jaringan yang dikeluarkan
      - 6.2.6. Fire detection and sprinkler systems; and
      - 6.2.6. Sistem pendeteksi api dan alat pemadam; dan
      - 6.2.7. Climate control systems.
      - 6.2.7. Sistem pengendalian iklim.

## 7. Incident Detection & Response 7. Deteksi & Respons Insiden

   - 7.1. Security Incident Reporting. If Snowflake becomes aware of a breach of Snowflake's security leading to the accidental or unlawful destruction, loss, alteration, unauthorized disclosure of, or access to Customer Data (a " Security Incident "),  Snowflake shall notify Customer without undue delay, and in any case, where feasible, notify Customer within 72 hours after becoming aware. 3 To facilitate timely notification, Customer must register and maintain an up-to-date email within the Service for this type of notification. Where  no  such  email  is  registered,  Customer  acknowledges  that  the  means  of

3 For clarity, where Customer's Agreement refers to the defined term "Security Breach", such reference shall be interpreted to refer to Security Incident, as defined herein.

3 Untuk memperjelas, pada saat Perjanjian Pelanggan merujuk pada istilah 'Pelanggaran Keamanan' yang didefinisikan, referensi tersebut harus ditafsirkan untuk merujuk pada Insiden Keamanan, sebagaimana didefinisikan dalam Adendum Keamanan ini

notification shall be at Snowflake's reasonable discretion (which may include using the Customer-designated email address associated with the OrgAdmin or AccountAdmin roles  of  the  affected  Account(s))  and  Snowflake's  ability  to  timely  notify  shall  be negatively impacted.

   - 7.1. Pelaporan Insiden Keamanan. Apabila Snowflake mengetahui adanya pelanggaran keamanan Snowflake yang menyebabkan kerusakan, kehilangan, perubahan, pengungkapan  yang  tidak  sah  dari,  atau  akses  ke  Data  Pelanggan  (' Insiden Keamanan '),  Snowflake  akan  memberitahukan  Pelanggan  tanpa  penundaan  yang tidak  semestinya,  dan  dalam  hal  apa  pun,  jika  memungkinkan,  memberitahukan Pelanggan dalam waktu 72 jam setelah mengetahui hal tersebut. 3 Agar pemberitahuan dapat disampaikan tepat pada waktunya, Pelanggan diharuskan untuk mendaftarkan dan mempertahankan surel yang terkini dalam Layanan untuk cara pemberitahuan ini. Jika  tidak  ada  surel  semacam  itu  yang  terdaftar,  Pelanggan  mengakui  bahwa cara pemberitahuan  harus  sesuai  dengan  kebijaksanaan  wajar  Snowflake  (yang  dapat termasuk menggunakan alamat surel yang diberikan kepada Pelanggan yang terkait dengan peran OrgAdmin atau AccountAdmin dari Akun(-akun) yang terdampak) dan kemampuan Snowflake untuk memberitahukan secara tepat waktu akan terpengaruh secara negatif.
   - 7.2. Investigation. In the event of a Security Incident as described above, Snowflake shall promptly  take  reasonable  steps  to  contain,  investigate,  and  mitigate  any  Security Incident. Any logs determined by Snowflake to be relevant to a Security Incident, shall be preserved for at least one year.
   - 7.2. Investigasi. Dalam  hal  terjadi  Insiden  Keamanan  seperti  yang  dijelaskan  di  atas, Snowflake  harus  segera  mengambil  langkah-langkah  yang  wajar  untuk  menahan, menyelidiki, dan mengurangi Insiden Keamanan apa pun. Setiap catatan yang oleh Snowflake dianggap relevan dengan Insiden Keamanan, harus disimpan setidaknya selama satu tahun.
   - 7.3. Communication  and  Cooperation. Snowflake shall provide Customer  timely information about the Security Incident to the extent known to Snowflake, including, but not limited to, the nature and consequences of the Security Incident, the measures taken and/or proposed by Snowflake to mitigate or contain the Security Incident, the status of Snowflake's investigation, a contact point from which additional information may  be  obtained,  and  the  categories  and  approximate  number  of  data  records concerned.  Notwithstanding  the  foregoing,  Customer  acknowledges  that  because Snowflake personnel may not have visibility to the content of Customer Data, it may be unlikely  that  Snowflake  can  provide  information  as  to  the  particular  nature  of  the Customer Data, or where applicable, the identities, number, or categories of affected data  subjects.  Communications  by  or  on  behalf  of  Snowflake  with  Customer  in connection with a Security Incident shall not be construed as an acknowledgment by Snowflake of any fault or liability with respect to the Security Incident.
   - 7.3. Komunikasi  dan  Kerjasama. Snowflake  akan  memberikan  informasi  tepat  pada waktunya  kepada  Pelanggan  tentang  Insiden  Keamanan  sejauh  yang  diketahui Snowflake, termasuk, namun tidak terbatas pada, sifat dan akibat Insiden Keamanan, tindakan yang diambil dan/atau yang diusulkan oleh Snowflake untuk mengurangi atau menahan Insiden  Keamanan,  status  investigasi  Snowflake,  narahubung  dari  mana informasi tambahan dapat diperoleh, dan kategori serta perkiraan jumlah catatan data terkait. Tanpa mengesampingkan ketentuan sebelumnya, Pelanggan mengakui bahwa karena  personel  Snowflake  mungkin  tidak  dapat  melihat  isi  Data  Pelanggan, kemungkinan  besar  Snowflake  tidak  dapat  memberikan  informasi  mengenai  sifat tertentu dari Data Pelanggan, atau jika berlaku, identitas, jumlah, atau kategori dari subyek  data  yang  terpengaruh.  Komunikasi  yang  dilakukan  oleh  atau  atas  nama Snowflake  dengan  Pelanggan  sehubungan  dengan  Insiden  Keamanan  tidak  akan ditafsirkan sebagai pengakuan oleh Snowflake atas kesalahan atau kewajiban apa pun sehubungan dengan Insiden Keamanan
8. Deletion of Customer Data.
8. Penghapusan Data Pelanggan.

   - 8.1. By Customer. The Service provides Customer controls for the deletion of Customer Data, as further described in the Documentation.
   - 8.1. Oleh Pelanggan. Layanan memberikan kendali kepada Pelanggan untuk menghapus Data Pelanggan, sebagaimana dijelaskan lebih lanjut dalam Dokumentasi.
   - 8.2. By Snowflake. Subject to applicable provisions of the Agreement, upon the later of (i) expiration or termination of the Agreement and (ii) expiration of any post-termination 'retrieval  period'  set  forth  in  the  Agreement,  Snowflake  shall  promptly  delete  any remaining Customer Data.
   - 8.2. Oleh  Snowflake. Tunduk  pada  ketentuan  Perjanjian  yang  berlaku,  setelah  (i) kadaluwarsa  atau  pengakhiran  Perjanjian  dan  (ii)  kadaluwarsanya  setiap  "periode perolehan kembali" pasca-pengakhiran yang ditetapkan dalam Perjanjian, Snowflake harus segera menghapus Data Pelanggan yang tersisa.

## 9. Customer Rights & Shared Security Responsibilities

## 9. Hak Pelanggan & Tanggung Jawab Keamanan Bersama

   - 9.1. Customer  Penetration  Testing. Customer  may  provide  a  written  request  for  a penetration test of its Account (" Pen Test ") by submitting such request via a support ticket. Following receipt by Snowflake of such request, Snowflake and Customer shall mutually agree in advance on details of such Pen Test, including the start date, scope and duration, as well as reasonable conditions designed to mitigate potential risks to confidentiality,  security,  or  other  potential  disruption  of  the  Service  or  Snowflake's business. Pen Tests and any information arising therefrom are deemed Snowflake's Confidential Information. If Customer discovers any actual or potential vulnerability in connection with a Pen Test, Customer must immediately disclose it to Snowflake and shall not disclose it to any third-party.
   - 9.1. Pengujian Penyusupan oleh Pelanggan. Pelanggan dapat memberikan permintaan tertulis untuk melakukan pengujian penyusupan atas Akunnya (" Pengujian Penyusupan ")  dengan  mengirimkan  permintaan  tersebut  melalui  tiket  dukungan. Setelah diterimanya tanda terima tersebut oleh Snowflake, Snowflake dan Pelanggan harus menyetujui bersama sebelumnya mengenai perincian Pengujian Penyusupan tersebut, termasuk tanggal mulai, ruang lingkup, dan durasi, serta kondisi wajar yang dirancang  untuk  mengurangi  potensi  risiko  terhadap  kerahasiaan,  keamanan,  atau potensi  gangguan  lainnya  terhadap  Layanan  atau  usaha  Snowflake.  Pengujian Penyusupan dan informasi apa pun yang timbul darinya dianggap sebagai Informasi Rahasia Snowflake. Jika Pelanggan menemukan kerentanan yang nyata atau yang berpotensial  sehubungan dengan Pengujian Penyusupan, Pelanggan harus segera mengungkapkannya kepada Snowflake dan tidak akan mengungkapkannya kepada pihak ketiga mana pun.

## 9.2. Customer Audit Rights.

## 9.2. Hak Audit Pelanggan.

      - 9.2.1. Upon written request and at no additional cost to Customer, Snowflake shall provide Customer, and/or its appropriately qualified third-party representative (collectively, the " Auditor "),  access to reasonably requested documentation evidencing  Snowflake's  compliance  with  its  obligations  under  this  Security Addendum in the form of, as applicable, (i) Snowflake's ISO 27001, 27017, 27018, and 9001, HITRUST CSF,  and PCI-DSS third-party certifications; (ii) Snowflake's SOC 2 Type II audit report and SOC 1 Type II audit report; (iii) Snowflake's most recently completed industry standard security questionnaire, such as a SIG or CAIQ; and (iv) data flow diagrams for the Service (collectively with Third-Party Audits, ' Audit Reports ').
      - 9.2.1. Atas  permintaan  tertulis  dan  tanpa  biaya  tambahan  kepada  Pelanggan, Snowflake harus menyediakan Pelanggan, dan/atau perwakilan pihak ketiga yang  memenuhi  syarat  (secara  bersama-sama,  disebut  ' Auditor '),  akses terhadap dokumentasi yang diminta secara wajar yang membuktikan

pemenuhan Snowflake terhadap kewajibannya berdasarkan Adendum Keamanan ini  dalam  bentuk,  sebagaimana  berlaku,  (i)  ISO  27001,  27017, 27018, dan 9001, HITRUST CSF, dan sertifikasi pihak ketiga PCI-DSS milik Snowflake; (ii) Laporan audit SOC 2 Tipe II dan laporan audit SOC 1 Tipe II; (iii)  Kuesioner keamanan berstandar industri terbaru dari Snowflake, seperti SIG atau CAIQ; dan (iv) diagram alir data (data flow diagram) untuk Layanan (secara bersama-sama dengan Audit Pihak Ketiga, disebut " Laporan Audit ").

      - 9.2.2. Customer  may  also  send  a  written  request  for  an  audit  of  Snowflake's applicable controls, including inspection of its facilities. Following receipt by Snowflake of such request, Snowflake and Customer shall mutually agree in advance on the details of the audit, including the reasonable start date, scope and duration of and security and confidentiality controls applicable to any such audit.  Snowflake  may  charge  a  fee  (rates  shall  be  reasonable,  taking  into account  the  resources  expended  by  Snowflake)  for  any  such  audit.  Audit Reports, any audit, and any information arising therefrom shall be considered Snowflake's Confidential Information.
      - 9.2.2. Pelanggan juga dapat mengirimkan permintaan tertulis untuk melakukan audit atas pengendalian Snowflake yang berlaku, termasuk melakukan inspeksi ke fasilitasnya. Setelah diterimanya permintaan tersebut oleh Snowflake, Snowflake dan Pelanggan sebelumnya harus menyetujui bersama mengenai perincian audit, termasuk tanggal mulai yang wajar, ruang lingkup dan durasi, serta pengendalian perlindungan dan kerahasiaan yang berlaku untuk audit tersebut.  Snowflake  dapat  mengenakan  biaya  (dengan  tarif  yang  wajar, dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikeluarkan oleh Snowflake) untuk audit tersebut. Laporan Audit, audit, dan informasi apa pun yang timbul daripadanya akan dianggap sebagai Informasi Rahasia Snowflake.
      - 9.2.3. Where the Auditor is a third-party (or Customer is using a third-party to conduct an approved Pen Test under Section 9.1), such third party may be required to execute a separate confidentiality agreement with Snowflake prior to any audit, Pen Test, or review of Audit Reports, and Snowflake may object in writing to such  third  party  if  in  Snowflake's  reasonable  opinion  the  third  party  is  not suitably qualified or is a direct competitor of Snowflake. Any such objection by Snowflake will require Customer to appoint another third party or conduct such audit,  Pen  Test,  or  review  itself.  Any  expenses  incurred  by  an  Auditor  in connection with any review of Audit Reports, or an audit or Pen Test, shall be borne exclusively by the Auditor.
      - 9.2.3. Apabila  Auditor  merupakan  pihak  ketiga  (atau  Pelanggan  menunjuk  pihak ketiga  untuk  melakukan Pengujian Penyusupan yang disetujui berdasarkan Bagian  9.1),  pihak  ketiga  tersebut  dapat  diminta  untuk  menandatangani perjanjian  kerahasiaan  terpisah  dengan  Snowflake  sebelum  dilakukannya setiap  audit,  Pengujian  Penyusupan,  atau  peninjauan  Laporan  Audit,  dan Snowflake  dapat  mengajukan  keberatan  secara  tertulis  atas  pihak  ketiga tersebut, jika menurut pendapat wajar Snowflake, pihak ketiga tersebut tidak memiliki  kualifikasi  yang  sesuai  atau  merupakan  pesaing  langsung  dari Snowflake.  Atas  keberatan  Snowflake,  Pelanggan  akan  diharuskan  untuk menunjuk pihak ketiga lain atau melakukan audit, Pengujian Penyusupan, atau peninjauan itu sendiri. Setiap biaya yang dikeluarkan oleh Auditor sehubungan dengan setiap peninjauan Laporan Audit, atau audit atau Pengujian Penyusupan, akan ditanggung secara eksklusif oleh Auditor.
   - 9.3. Sensitive Customer Data. Use  of  the  Service  to  meet  requirements  of  PCI-DSS, HIPAA,  FedRAMP,  State  Authorizing  Programs,  the  International  Traffic  in  Arms Regulations (ITAR), the Defense Federal Acquisition Regulation Supplement (DFARS),  the  Department  of  Defense  (DoD)  Cloud  Service  Provider  Security Requirements Guide (SRG), the Criminal Justice Information Services (CJIS) Security Policy,  Internal  Revenue  Service  Publication  1075  (IRS  1075)  or  other  similar heightened  standards  (' Heightened  Standards '),  may  require  additional  controls

which shall be implemented by Customer. Customer must implement all appropriate Customer-configurable security controls, including IP allowlisting and MFA for all User interactive logins (e.g., individuals authenticating to the Service) to protect Customer Data subject to such Heightened Standards. Additionally, to the extent the Documentation  or  the  Agreement  (as  amended)  sets  forth  specific  requirements related to Heightened Standards (e.g., additional agreements required by Snowflake and/or  requirements  to  use  designated  Editions  and/or  Regions  of  the  Service), Customer must satisfy such requirements before providing Snowflake any Customer Data subject to such Heightened Standards.

   - 9.3. Data Pelanggan Yang Sensitif. Penggunaan Layanan untuk memenuhi persyaratan PCI-DSS, HIPAA, FedRAMP, Program Otorisasi Negara Bagian, International Traffic in  Arms  Regulations  (ITAR),  Defense  Federal  Acquisition  Regulation  Supplement (DFARS), Department of Defense (DoD) Cloud Service Provider Security Requirements  Guide  (SRG) , Kebijakan  Keamanan  Criminal  Justice  Information Services (CJIS),  Publikasi Internal Revenue Service 1075 (IRS 1075) atau standar tinggi serupa lainnya (' Standar Tinggi '), dapat memerlukan kontrol tambahan yang akan dilaksanakan oleh Pelanggan. Pelanggan harus menerapkan seluruh pengendalian perlindungan yang dapat dikonfigurasi Pelanggan yang sesuai, termasuk allowlisting IP dan MFA untuk seluruh login interaktif Pengguna (misalnya, individu yang memberikan verifikasi ke Layanan) untuk melindungi data tersebut. Data Pelanggan  tunduk  pada  Standar  Tinggi  Tersebut.  Sebagai  tambahan,  sepanjang Dokumentasi atau Perjanjian (sebagaimana diubah) menentukan persyaratan khusus terkait dengan Standar Tinggi (contohnya, perjanjian tambahan yang dibutuhkan oleh Snowflake  dan/atau  ketentuan  untuk  menggunakan  Edisi  dan/atau  Wilayah  yang ditetapkan dari Layanan), Pelanggan harus memenuhi persyaratan tersebut sebelum memberikan Data Pelanggan apapun kepada Snowflake tunduk pada Standar Tinggi tersebut.
   - 9.4. Shared Security Responsibilities. Without diminishing Snowflake's commitments in this Security Addendum, Customer agrees:
   - 9.4. Tanggung  Jawab  Keamanan  Bersama. Tanpa  mengurangi  komitmen  Snowflake dalam Adendum Keamanan ini, Pelanggan setuju:
      - 9.4.1. Snowflake  has  no  obligation  to  assess  the  content,  accuracy  or  legality  of Customer Data, including to identify information subject to any specific legal, regulatory  or  other  requirement  and  Customer  is  responsible  for  making appropriate use of the Service to ensure a level of security appropriate to the particular content of Customer Data, including, where appropriate, implementation  of  encryption  functionality,  such  as  the  "Tri-secret  secure" feature (as described in the Documentation), pseudonymization of Customer Data, and configuration of the Service to back-up Customer Data;
      - 9.4.1. Snowflake tidak memiliki kewajiban untuk menilai isi, keakuratan atau legalitas Data Pelanggan, termasuk untuk mengidentifikasi informasi yang tunduk pada persyaratan hukum, peraturan, atau persyaratan lain apa pun dan Pelanggan bertanggung jawab untuk menggunakan  Layanan secara tepat untuk memastikan tingkat perlindungan yang sesuai dengan isi tertentu dari Data Pelanggan, termasuk, apabila sesuai, penerapan fungsi enkripsi, seperti fitur 'Tri-secret  secure'  (sebagaimana  dijelaskan  dalam  Dokumentasi),  nama samara  dari  Data  Pelanggan,  dan  konfigurasi  Layanan  untuk  membuat cadangan atas Data Pelanggan;
      - 9.4.2. Customer  is  responsible  for  managing  and  protecting  its  User  roles  and credentials,  including  but  not  limited  to  (i)  ensuring  that  all  Users  keep credentials  confidential  and  not  share  such  information  with  unauthorized parties, (ii) promptly reporting to Snowflake any suspicious activities related to Customer's  Account  (e.g.,  a  user  credential  has  been  compromised)  by submitting  a  support  ticket  and  designating  it  as  a  Severity  Level  1  in accordance with the Support Policy, (iii) appropriately configuring User and role-based  access  controls,  including  scope  and  duration  of  User  access,

taking  into  account  the  nature  of  its  Customer  Data, (iv)  implementing  all customer configurable User access controls for all User interactive logins (e.g. individuals  authenticating  to  the  Service)  including  IP  allowlisting  and  MFA, (v) maintaining  appropriate  password  uniqueness,  length,  complexity,  and expiration, and (vi) monitoring for potentially anomalous user activity, including using the capabilities within the Service to do so;

      - 9.4.2. Pelanggan bertanggung jawab untuk mengelola dan melindungi peran dan kredensial Penggunanya, termasuk namun tidak terbatas pada (i) memastikan bahwa semua Pengguna menjaga kerahasiaan kredensial dan tidak membagikan  informasi  tersebut  dengan  pihak  yang  tidak  berwenang,  (ii) segera melaporkan ke Snowflake setiap aktivitas mencurigakan yang terkait dengan  Akun  Pelanggan  (misalnya  kredensial  pengguna  telah  disusupi) dengan  memasukkan  suatu  tiket  dukungan  dan  menetapkannya  sebagai Keparahan  Tingkat  1  sesuai  dengan  Kebijakan  Dukungan,  (iii)  melakukan konfigurasi Pengguna dan pengendalian akses berbasis peran dengan tepat, termasuk cakupan dan durasi akses Pengguna, dengan mempertimbangkan sifat  Data  Pelanggannya, (iv)  menerapkan  semua  kontrol  akses  Pengguna yang  dapat dikonfigurasi oleh pelanggan  untuk semua  login interaktif Pengguna (misalnya individu yang mengautentikasi Layanan) termasuk allowlisting IP dan MFA, (v) menjaga keunikan, panjang, kerumitan, dan  kadaluwarsa  kata  sandi  yang  sesuai,  dan  (vi)  memantau  aktivitas pengguna  yang  berpotensi  anomali,  termasuk  menggunakan  kemampuan yang ada dalam Layanan untuk melakukan hal tersebut;
      - 9.4.3. To appropriately manage and protect any Customer-managed encryption keys to ensure the integrity, availability, and confidentiality of the key and Customer Data encrypted with such key;
      - 9.4.3. Untuk  mengelola  dan  melindungi  setiap  kunci  enkripsi  yang  dikelola  oleh Pelanggan  dengan  tepat  untuk  memastikan  integritas,  ketersediaan,  dan kerahasiaan kunci dan Data Pelanggan yang dienkripsi dengan kunci tersebut;
         - 9.4.4.
         - To establish secure connections to the Service, including by use of customer configurable tools such as 'Private Link' (as described in the Documentation); and Untuk  membangun  koneksi  yang  aman  ke  Layanan,  termasuk  dengan menggunakan alat yang dapat dikonfigurasi pelanggan seperti 'Private Link' (sebagaimana dijelaskan dalam Dokumentasi); dan
      - 9.4.4. To promptly update its Client Software whenever Snowflake announces an update.
      - 9.4.4. Untuk  segera  memperbarui  Piranti  Lunak  Kliennya  setiap  kali  Snowflake mengumumkan pembaruan.